Abdurrahman Bin Auf, "Sahabat Bertangan Emas"

Seandainya dia mendapatkan sebuah batu, maka dibawahnya terdapat emas dan perak.

Begitu besar berkah yang diberikan Allah kepadanya, sampai ia dijuluki “Sahabat Bertangan Emas”

Sahabat #pemburukebaikan siapakah Abdurrahman Bin Auf?

Abdurrahman bin Auf bin Abdu Auf bin Abu bin Al- Harits bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay, Al-Qurasyi Az-Zuhri Al-Makki dan kemudian Al-Madani. Ia dilahirkan di Makkah sepuluh tahun setelah tahun gajah. Ketika sinar kenabian mulai memancar ia telah berusia tiga puluh tahun. Ia lebih muda sepuluh tahun dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, dan lebih tua tiga tahun dari Umar bin Khatthab. Ayahnya adalah Auf bin Abdu Auf bin Abdu bin Al- Harits Az-Zuhri, yang merupakan salah seorang tokoh terkemuka di Bani Zuhrah.

 

Kemuliannya dalam islam telah termaktub dalam hadits yang diriwayatkan Ibn ishaq disebutkan, bahwa Abdurrahman bin Auf masuk Islam bersama Zubair bin Awwam, Ustman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, dan Sa’ad bin Abu Waqqash melalui tangan Abu Bakar. Mereka adalah as-Sabiquna al- Awwalun [Generasi awal yang masuk Islam]. Umurnya ketika itu sekitar 30 tahun.Dia mengikuti dakwah sejak awal, sehingga mengalami semua yang dialami dalam dakwah bersama Nabi saw. dan para sahabat. Dia mendapatkan kemuliaan hijrah dua kali, ke Habasyah dan Madinah.Dalam riwayat Ibn Ishaq, sebagian mereka kembali ke Mekah: Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan, Mush’ab bin Umair, dll. 

Sahabat #pemburukebaikan Disisi lain ada cerita menarik dari Abdurrahman bin Auf.  Abdurrahman bin Auf ini merupakan orang kaya raya. Dirinya justru ingin menjadi orang miskin selalu gagal. Sebagai sahabat nabi, dia sangat gemar sedekah. Kebiasaannya itu dilakukan karena dirinya khawatir akan memasuki surga paling terakhir.

Oleh karenanya dirinya terus bersedekah agar seluruh harta yang dimilikinya bisa mengubah kekhawatirannya.

Dari Syaqiq bin Salamah, “Abdurrahman mendatangi Ummu Salamah dan berkata, “Wahai Ummul mukminin, aku sungguh takut celaka. Aku adalah orang yang paling kaya di Quraisy. Aku baru saja menjual tanah seharga 40,000 Dinar! Ummu Salamah berkata, “Infakkanlah wahai anakku, sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya ada di antara sahabatku yang tidak akan melihatku setelah aku berpisah dengannya.” [Hr. Ahmad, al- Bazzar dan Ibn Abdil Barr]Ibn Abbas berkata, “Aku tidak pernah menyaksikan orang yang begitu merinding sebagaimana Abdurrahman bin Auf ketika mendengar bacaan al- Qur’an.” [HR. Ibn Hibban]

Maa Syaa Allah Tabarakallah, begitu luar biasanya sahabat Nabi yang berjulukan “ Sahabat Bertangan Emas” ini, bayangkan beliau adalah seorang saudagar kaya yang hartanya di infakkan di jalan Allah, bahkan beliau sangat khawatir terhadap hartanya karena terlalu banyak. Oleh karena itulah beliau mensedekahkan hartanya. Az-Zuhri menuturkan, “Abdurrahman bin Auf telah membelanjakan separuh hartanya di zaman Nabi saw. Setelah itu, membelanjakan 40,000 Dinar,* 500 kuda dan 500 kendaraan.”Ibn Hajar menuturkan, “Ada yang mengatakan, dia telah membebaskan 30 budak setiap hari.” [al- Ishabah, Juz IV/291]. Ja’far bin Burqan berkata, “Telah sampai kepadaku, Abdurrahman telah membebaskan 30,000 budak.” [Hr. Abu Nu’aim dalam al-Hilyah]Harta yang Dibelanja kan* [1 Dinar = 4,25 gram, 4,25 x 40,000 x Rp. 700,000 = Rp. 119 milyar]

 

Semoga kita bisa memetik hikmah dari kisah Abdurrahman bin Auf, sebanyak apapun harta kita itu tidak akan membuat kita bahagia jika harta itu kita pakai di jalan yang salah, namun jika sebaliknya harta itu kita belanjakan di jalan Allah, maka keberkahan akan selalu tercurahkan kepada kita.

Wallahu a’lam bishawab

Sahabat #pemburukebaikan Kami Donasi Rumah Tahfizh mempunyai program Lapisan Amal dimana pada program ini nantinya akan kita realisasikan untuk para Penghafal Qur’an, Guru Tahfizh, Wakaf Pondok Pesantren STP Khoiru Ummah, Pembangunan Sekolah Khoiru Ummah Tingkat TK dan SMP, Beasiswa Tahfizh, Beasiswa Yatim, serta semua program kebaikan yang akan dibuat oleh Donasi Rumah Tahfizh.

Semoga Sahabat #pemburukebaikan  bisa bergabung, maka bergegaslah untuk mendapat/meraih cinta-Nya Allah, mari  kita jemput sama-sama ridhonya Allah dengan semangat dan tekad untuk membersamai para penghafal Qur’an.

Yuk Sahabat mari kita Berburu Kebaikan.